MANUSIA PEMBELAJAR AKAN MENGAJAR DENGAN HATI

MANUSIA PEMBELAJAR AKAN MENGAJAR DENGAN HATI

Kamis, 05 Januari 2012

PENGERTIAN LEARNING MODEL

LEARNING   MODEL


1. Pengertian “Learning Model
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematika mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Dapat pula dikatakan bahwa model pembelajaran adalah suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Model pembelajaran memiliki ciri-ciri khusus yaitu :
a.   Rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
b.   Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar.
c.   Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
d.   Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Kardi dan Nur, Pengantar pada Pembelajaran dan Pengelolaan Kelas, (Surabaya: Unipress 2003:hal 9)

2. Perbedaan antara Model, pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran
Jika anda adalah seseorang yang berkecimpung atau nyemplung dalam dunia pendidikan, apalagi posisi anda adalah sebagai seorang guru tentunya anda akan di hadapkan akan istilah2 diatas. Di perkuliahan tentunya saya mendapatkan ilmu pendidikan dalam mata kuliah proses belajar mengajar (MKPBM). Pelajaran dasar untuk membedakan antara model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik tentunya saya dapat di MKPBM 1. Namun, sayang dan sangat disayangkan bahkan sampe MKPBM 2, 3 dan mpe saya lulus, rupanya saya masih belum mudeng. Ilmu yang saya dapat tidak dapat terekam sama sekali. Gak bermakna sampe ke otakku (tau deh model pembelajaran apa yg dosen berikan padaku????) Bukannya saya gak mudeng karena saya bodoh tapi waktu itu tidak ada penegasan antara perbedaan itu sehingga menimbulkan kerancuan dalam pikiran saya. Otomatis otak saya ragu dalam me-save. Ujung2nya lupa deh!!!
Segenap kata2 diatas adalah sekedar keluhan saya dengan dosen saya. Pak Dosen….. Bu Dosen….. bukannya saya kurang ajar!! Tapi saya masih bingung aja!! Bapak sama ibu Dosen selalu meminta kami para calon guru untuk memakai model pembelajaran biar nanti kalo ngajar murid pada tertarik dan pembelajaran jadi bermakna. Lalu pertanyaannya apa bapak ibu dosen mengajar kami pakek model pembelajaran seperti yang bapak ibu jelaskan!!!. Saya rasa kagak dah!! Hanya beberapa dosen saja yang pakek!! Dosen yang saya inget itu Bu Mahdewi….Beliau kalo ngajar “OPTIK” pasti ada motivasinya. Siip!!
Wuuoooooooookeh………. Kembali ke masalah awal yaitu apa Perbedaan antara Model, pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran ?? Penjelasan ini akan saya awali dengan penjelasan istilah berdasarkan “Kamus Besar Bahasa Indonesia” (http://kamusbahasaindonesia.org). Berikut penjelasan masing2 istilah tersebut :
Model adalah
pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dr sesuatu yg akan dibuat atau dihasilkan.
Pendekatan adalah
Antr usaha dlm rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dng orang yg diteliti.
Strategi adalah
rencana yg cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus;
Metode adalah
cara teratur yg digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dng yg dikehendaki; cara kerja yg bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yg ditentukan;
Teknik adalah
cara (kepandaian dsb) membuat atau melakukan sesuatu yg berhubungan dng seni; atau sistem mengerjakan sesuatu.

Penjabaran diatas, hanya sebagai referensi buat para pembaca. Bahwasanya menurut kamus bahasa Indonesia istilah2 itu memiliki pengertian masing2.

Okelah….. ta dek poiint ja!! Biar tidak ada kebingungan lagi dengan istilah2 tersebut maka saya akan membagi apa yang saya dapat dari dosen virtual saya (Bapak Akhmad Sudrajat dan Riawan Yudi Purwoko). Berdasarkan dua bapak2 itu maka saya rangkumlah dua pemikiran itu menjadi satu dalam blog ini. Berikut ini akan saya paparkan istilah-istilah tersebut menurut beliau, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut di dalam dunia pembelajaran :

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas (lah…. makanya itu antara model pembelajaran yang satu (1) dengan yang lainnya berbeda sintaksnya dan memiliki ciri khas tersendiri). Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut :

                                      (Akhmad Sudrajat)

Pendekatan pembelajaran adalah konsep dasar yang mewadahi, menginsipirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu (Purwoko;2009:2).
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1)     pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan
2)   pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Kalo berdasarkan pengalaman saya, pendekatan itu cenderung mengarah ke teori yang kita gunakan untuk mendasari pembelajaran kita di kelas dan pembelajaran pada zaman sekarang, pendekatan lebih mengarah pada student centered approach. Misalnya:
Ø  Pendekatan yang lumrah dalam proses pembelajaran bahkan dalam buku sekolah telah ada adalah pendekatan CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL). Jika dalam bentuk judul skripsi seperti ini Pengaruh Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (Ctl) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis di SMA Negeri 2 Lamongan” (skripsi sobat ane!!).
Ø  Pendekatan teori Multiple Intelligences (MI). Dalam arti, pembelajaran ini mengarah pada pembelajaran yang prosesnya melalui pendekatan kecerdasan yang telah dimiliki oleh masing2 siswa dan memaksimalkannya untuk kepentingan mencapai tujuan pembelajaran.  Jika dalam bentuk judul skripsi seperti iniPenerapan Teori Multiple Intelligences dalam Pembelajaran Fisika SMP Kelas VIII Semester 2 Bab Bunyi” (hibah penelitian ane ma sobat!!).
Ø Pendekatan “Gaya berpikir model Gregorc”. Dalam pembelajaran guru akan melakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan gaya berpikir yang dimiliki siswa. Ini dalam skripsi ane!!! Judulnya gini “Studi Komparasi Prestasi Belajar antar Gaya Berpikir Siswa pada Materi Pokok Cahaya di Kelas VIII RSBI SMP Negeri 1 Kota Mojokerto”. Dalam skripsi ini saya menggunakan model pembelajaran diskusi, pendekatan Gaya berpikir model Gregorc dan metode pemecahan masalah.
Ø Yang lainnya pembaca pikirkan sendiri, pendekatan itu bisa anda ambil dari teori2 pembelajaran atau dari teori tentang kompetensi yang dimiliki siswa.

Kemp (Wina Senjaya, 2008 dalam web Sudrajat) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008 dalam web Sudrajat). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya, 2008 dalam web Sudrajat).

Jadi, Strategi pembelajaran hanya sebuah rencana yang bersifat konseptual sedangkan metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
(1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) eksperimen; (6) penyelidikan; (7) Pemecahan masalah (8) pengalaman lapangan; (9) brainstorming; (10) debat, dan sebagainya.
ATAU
Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan dan strategi pembelajaran. Namun, satu pendekatan atau strategi dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. (Purwoko, 2009:1).

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

              Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

DAFTAR PUSTAKA
1.       Sudrajat, akhmad. 2008. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/ diakses 28 Desember 2011.
2.      Purwoko, Riawan Yudi. 2009. Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran.http://umpwr.ac.id/elearning/centerump/document/goto/index.php?url=%2FBeda.pdf&cidReq=MAT1. Diakses 28 Desember 2011.

Rabu, 04 Januari 2012

PROJECT BASED LEARNING (PBL)

PROJECT  BASED  LEARNING


1.      Pengertian PBP
Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks (CORD, 2001; Thomas, Mergendoller, & Michaelson, 1999; Moss, Van-Duzer, Carol, 1998, Waras Kamdi 2008:6). Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata (Thomas, 2000; Waras, 2008:6).

2.   Karakteristik PBP
Ada empat karakteristik PBP, yaitu isi, kondisi, aktivitas, dan hasil. Deskripsi karakteristik PBP disajikan pada Tabel 1 berikut ini ;
Tabel 1
Karakteristik utama pembelajaran berbasis proyek

I.     ISI : Memuat gagasan yang orisinil
1.      Masalah kompleks
2.    Siswa menemukan hubungan antara gagasan yang diajukan
3.    Siswa berhadapan pada masalah yang ill-defined
4.    Pertanyaaan cenderung mempersoalkan masalah dunia nyata
II. KONDISI : mengutamakan otonomi siswa
1.      Melakukan inquiry dalam konteks masyarakat
2.    Siswa mampu mengelola waktu secara efektif dan efisien
3.    Siswa belajar dengan penuh control diri
4.    Mensimulasikan kerja secara professional
III.      AKTIVITAS : investigasi kelompok kolaboratif
1.      Siswa berinvestigasi selama periode tertentu
2.    Siswa melakukan pemecahan masalah kompleks
3.    Siswa memformulasikan hubungan antar gagasan orisinilnya untuk mengkontruksi kemampuan barunya
4.    Siswa menggunakan teknologi dalam memecahkan masalah
IV.        HASIL : produk nyata
1.      Siswa menunjukan produk nyata berdasarkan hasil investagi mereka
2.    Siswa melakukan evaluasi diri
3.    Siswa responsif terhadap segala implikasi dari kompetensi yag dimilikinya
4.    Siswa mendemonstrasikan kompetensi sosial, manajemen, pribadi, regulasi berikutnya
(Santyasa, 2006:11)

Dalam Project Based Learning (PBL), siswa menjadi terdorong lebih aktif dalam belajar, guru hanya sebagai fasilitator, guru mengevaluasi produk hasil kinerja siswa meliputi outcome yang mampu ditampilkan dari hasil proyek yang dikerjakan.

3.    Sintaks Project Based Learning (PBL)
Dalam melaksanakan metode proyek ini dalam kegiatan belajar mengajar di laksanakan dalam enam tahap sebagai berikut :
Tahap I         : Identifikasi masalah riil
Pembelajaran diawali dengan guru memberikan motivasi atau bertanya kepada siswa yang berkaiatan dengan masalah otentik yang ada dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam uraian ini akan timbul suatu permasalahan yang nantinya akan dijawab atau diselesaikan oleh siswa.
Tahap II        : Perumusan Strategi/Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang sudah ada, siswa dalam kelompok belajar dengan bimbingan guru membuat perumusan strategi atau alternatif pemecahan masalah tersebut.
Tahap III      : Perancangan Produk/Perancangan Kegiatan
Siswa bekerja dalam kelompok mencari semua informasi atau sumber pendukung untuk membuat suatu rancangan produk dan perencanaan pelaksanaan pembuatan produk.
Tahap IV      : Proses produksi/Kegiatan
Setelah rancangan produk selesai dibuat, siswa mengumpulkan bahan dan menyusun produk sesuai dengan rancangan produk yang akan dibuat, selanjutnya dari hasil rancangan dan hasilnya di investigasikan kepada orang yang ahlinya.
Tahap V        : Presentasi
Dari hasil yang didapatkan setiap kelompok mendemonstrasikan produknya kepada kelompok lain, sedangkan guru memberi penilaian pada hasil produk dari masing-masing kelompok.
Tahap VI      : Evaluasi
Memberikan soal latihan evaluasi secara individu untuk mengetahui kemampuan dalam menerima konsep materi yang dikembangkan sendiri.

4.   Peran pengajar dalam PBL
Selama berlangsungnya proses belajar dalam PBL pelajar akan mendapat bimbingan dari guru, narasumber atau fasilitator, tergantung dari tahapan kegiatan yang dijalankan. Secara lebih rinci peran fasilitator adalah sebagai berikut :
a.     Mengatur kelompok dan menciptakan suasana yang nyaman.
b.    Memastikan bahwa sebelum mulai setiap kelompok telah memiliki seorang anggota yang bertugas membaca materi, sementara teman-temannya mendengarkan, dan seorang anggota yang bertugas mencatat informasi yang penting sepanjang jalannya diskusi.
c.     Memberikan materi atau informasi pada saat yang tepat, sesuai dengan perkembangan kelompok.
d.     Memastikan bahwa setiap sesi diskusi kelompok diakhiri dengan self-evaluation.
e.     Menjaga agar kelompok terus memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan.
f.       Memonitor jalannya diskusi dan membuat catatan tentang berbagai masalah yang muncul dalam proses belajar, serta menjaga agar proses belajar terus berlangsung, agar tidak ada tahapan dalam proses belajar yang dilewati atau diabaikan dan agar setiap tahapan dilakukan dalam urutan yang tepat.
g.     Menjaga motivasi pelajar dengan mempertahankan unsur tantangan dalam penyelesaian tugas dan juga memberikan pengarahan untuk mendorong pelajar keluar dari kesulitannya.
h.    Membimbing proses belajar pelajar dengan mengajukan pertanyaan yang tepat pada saat yang tepat. Pertanyaan ini hendaknya merupakan pertanyaan terbuka yang mendorong pelajar mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai konsep, ide, penjelasan, sudut pandang, dan lain-lain.
i.       Mengevaluasi kegiatan belajar pelajar, termasuk partisipasinya dalam proses kelompok. Pengajar perlu memastikan bahwa setiap pelajar terlibat dalam proses kelompok dan berbagi pemikiran dan pandangan.
j.       Mengevaluasi penerapan PBL yang telah dilakukan.


5.    Kelebihan dan kelemahan PBL
a.     Kelebihan PBL
          Moursund, Bielefeldt, & Underwood (1997) meneliti sejumlah artikel tentang proyek di kelas yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan testimonial terhadap guru, terutama bagaimana guru menggunakan proyek dan persepsi mereka tentang bagaimana keberhasilannya. Atribut keuntungan dari Belajar Berbasis Proyek adalah sebagai berikut:
1)     Meningkatkan motivasi.
          Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain.
2)   Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
          Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
3)   Meningkatkan kolaborasi.
          Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi (Johnson, 1989). Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky, 1978; Davidov, 1995).
4)   Meningkatkan keterampilan mengelola sumber.
          Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
b.    Kelemahan PBL
Adapun kelamahan dari PBL adalah sebagai berikut :
1)     Memilih topik yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah.
2)   Pemecahan masalah-masalah kehidupan dalam banyak hal masih memerlukan sumbangan dari kekhususan (spesialisasi) atau disiplin dari setiap mata pelajaran atau bidang studi sekalipun diajarkan di sekolah sering terpisah dari permasalahan kehidupan nyata.
3)   Kumpulan bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan guru kita belum dipersiapkan untuk ini.
4)   Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok pelajaran yang dibahas.   
Dengan adanya kelemahan-kelemahan pada pembelajaran berbasis proyek, peneliti mencoba mengatasi dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut :
1)     Penyediaan berbagai sumber belajar dan fasilitas yang dibutuhkan dapat memanfaatkan bahan-bahan disekitar kita dan dapat menunjukan materi pembelajaran.
2)   Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dapat dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya; identifikasi masalah riil, perumusan strategi/alternatif pemecahan masalah, perancangan produk/perancangan kegiatan, proses produksi/kegiatan, presentasi, dan evaluasi.
3)   Masalah-masalah yang diangkat sebaiknya yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari dan merupakan hal baru bagi siswa sehingga mereka akan tetap menikmati apa yang mereka lakukan.


DAFTAR PUSTAKA
Koesoema A, Doni. 2009. Pendidikan Karakter di Zaman Keblinger. Jakarta : PT Grasindo.
Satyasa, I Wayan. 2006. Pembelajaran Inovatif : Model Kolaboratif, Basis Proyek, Dan Orientasi NOS. Makalah. Disajikan dalam Seminar Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Semarapura Tanggal 27 Desember 2006, di Semarapura. Universitas Pendidikan Ganesha.
Waras, Kamdi. 2008. Project-Based Learning : Pendekatan Pembelajaran               Inovatif. Makalah. Disampaikan dalam Pelatihan Penyusunan Bahan               Ajar Guru SMP dan SMA Kota Tarakan, 31 Oktober s.d. 2 November               2008. Universitas Negeri Malang.




Jika Anda membutuhkan artikel terkait maka anda bisa masuk ke link artikel saya. Adapun judul penelitian terkait PBL adalah sebagai berikut :
1.      Penelitian Hibah Lembaga Penelitian UNESA
Dengan judul :
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika
Oleh : Dwi Agung Setiawan, Weka Ardiansyah, dan Yugi Susanto.