MANUSIA PEMBELAJAR AKAN MENGAJAR DENGAN HATI

MANUSIA PEMBELAJAR AKAN MENGAJAR DENGAN HATI

Rabu, 04 Januari 2012

PROJECT BASED LEARNING (PBL)

PROJECT  BASED  LEARNING


1.      Pengertian PBP
Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks (CORD, 2001; Thomas, Mergendoller, & Michaelson, 1999; Moss, Van-Duzer, Carol, 1998, Waras Kamdi 2008:6). Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata (Thomas, 2000; Waras, 2008:6).

2.   Karakteristik PBP
Ada empat karakteristik PBP, yaitu isi, kondisi, aktivitas, dan hasil. Deskripsi karakteristik PBP disajikan pada Tabel 1 berikut ini ;
Tabel 1
Karakteristik utama pembelajaran berbasis proyek

I.     ISI : Memuat gagasan yang orisinil
1.      Masalah kompleks
2.    Siswa menemukan hubungan antara gagasan yang diajukan
3.    Siswa berhadapan pada masalah yang ill-defined
4.    Pertanyaaan cenderung mempersoalkan masalah dunia nyata
II. KONDISI : mengutamakan otonomi siswa
1.      Melakukan inquiry dalam konteks masyarakat
2.    Siswa mampu mengelola waktu secara efektif dan efisien
3.    Siswa belajar dengan penuh control diri
4.    Mensimulasikan kerja secara professional
III.      AKTIVITAS : investigasi kelompok kolaboratif
1.      Siswa berinvestigasi selama periode tertentu
2.    Siswa melakukan pemecahan masalah kompleks
3.    Siswa memformulasikan hubungan antar gagasan orisinilnya untuk mengkontruksi kemampuan barunya
4.    Siswa menggunakan teknologi dalam memecahkan masalah
IV.        HASIL : produk nyata
1.      Siswa menunjukan produk nyata berdasarkan hasil investagi mereka
2.    Siswa melakukan evaluasi diri
3.    Siswa responsif terhadap segala implikasi dari kompetensi yag dimilikinya
4.    Siswa mendemonstrasikan kompetensi sosial, manajemen, pribadi, regulasi berikutnya
(Santyasa, 2006:11)

Dalam Project Based Learning (PBL), siswa menjadi terdorong lebih aktif dalam belajar, guru hanya sebagai fasilitator, guru mengevaluasi produk hasil kinerja siswa meliputi outcome yang mampu ditampilkan dari hasil proyek yang dikerjakan.

3.    Sintaks Project Based Learning (PBL)
Dalam melaksanakan metode proyek ini dalam kegiatan belajar mengajar di laksanakan dalam enam tahap sebagai berikut :
Tahap I         : Identifikasi masalah riil
Pembelajaran diawali dengan guru memberikan motivasi atau bertanya kepada siswa yang berkaiatan dengan masalah otentik yang ada dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam uraian ini akan timbul suatu permasalahan yang nantinya akan dijawab atau diselesaikan oleh siswa.
Tahap II        : Perumusan Strategi/Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang sudah ada, siswa dalam kelompok belajar dengan bimbingan guru membuat perumusan strategi atau alternatif pemecahan masalah tersebut.
Tahap III      : Perancangan Produk/Perancangan Kegiatan
Siswa bekerja dalam kelompok mencari semua informasi atau sumber pendukung untuk membuat suatu rancangan produk dan perencanaan pelaksanaan pembuatan produk.
Tahap IV      : Proses produksi/Kegiatan
Setelah rancangan produk selesai dibuat, siswa mengumpulkan bahan dan menyusun produk sesuai dengan rancangan produk yang akan dibuat, selanjutnya dari hasil rancangan dan hasilnya di investigasikan kepada orang yang ahlinya.
Tahap V        : Presentasi
Dari hasil yang didapatkan setiap kelompok mendemonstrasikan produknya kepada kelompok lain, sedangkan guru memberi penilaian pada hasil produk dari masing-masing kelompok.
Tahap VI      : Evaluasi
Memberikan soal latihan evaluasi secara individu untuk mengetahui kemampuan dalam menerima konsep materi yang dikembangkan sendiri.

4.   Peran pengajar dalam PBL
Selama berlangsungnya proses belajar dalam PBL pelajar akan mendapat bimbingan dari guru, narasumber atau fasilitator, tergantung dari tahapan kegiatan yang dijalankan. Secara lebih rinci peran fasilitator adalah sebagai berikut :
a.     Mengatur kelompok dan menciptakan suasana yang nyaman.
b.    Memastikan bahwa sebelum mulai setiap kelompok telah memiliki seorang anggota yang bertugas membaca materi, sementara teman-temannya mendengarkan, dan seorang anggota yang bertugas mencatat informasi yang penting sepanjang jalannya diskusi.
c.     Memberikan materi atau informasi pada saat yang tepat, sesuai dengan perkembangan kelompok.
d.     Memastikan bahwa setiap sesi diskusi kelompok diakhiri dengan self-evaluation.
e.     Menjaga agar kelompok terus memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan.
f.       Memonitor jalannya diskusi dan membuat catatan tentang berbagai masalah yang muncul dalam proses belajar, serta menjaga agar proses belajar terus berlangsung, agar tidak ada tahapan dalam proses belajar yang dilewati atau diabaikan dan agar setiap tahapan dilakukan dalam urutan yang tepat.
g.     Menjaga motivasi pelajar dengan mempertahankan unsur tantangan dalam penyelesaian tugas dan juga memberikan pengarahan untuk mendorong pelajar keluar dari kesulitannya.
h.    Membimbing proses belajar pelajar dengan mengajukan pertanyaan yang tepat pada saat yang tepat. Pertanyaan ini hendaknya merupakan pertanyaan terbuka yang mendorong pelajar mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai konsep, ide, penjelasan, sudut pandang, dan lain-lain.
i.       Mengevaluasi kegiatan belajar pelajar, termasuk partisipasinya dalam proses kelompok. Pengajar perlu memastikan bahwa setiap pelajar terlibat dalam proses kelompok dan berbagi pemikiran dan pandangan.
j.       Mengevaluasi penerapan PBL yang telah dilakukan.


5.    Kelebihan dan kelemahan PBL
a.     Kelebihan PBL
          Moursund, Bielefeldt, & Underwood (1997) meneliti sejumlah artikel tentang proyek di kelas yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan testimonial terhadap guru, terutama bagaimana guru menggunakan proyek dan persepsi mereka tentang bagaimana keberhasilannya. Atribut keuntungan dari Belajar Berbasis Proyek adalah sebagai berikut:
1)     Meningkatkan motivasi.
          Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain.
2)   Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
          Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
3)   Meningkatkan kolaborasi.
          Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi (Johnson, 1989). Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky, 1978; Davidov, 1995).
4)   Meningkatkan keterampilan mengelola sumber.
          Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
b.    Kelemahan PBL
Adapun kelamahan dari PBL adalah sebagai berikut :
1)     Memilih topik yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah.
2)   Pemecahan masalah-masalah kehidupan dalam banyak hal masih memerlukan sumbangan dari kekhususan (spesialisasi) atau disiplin dari setiap mata pelajaran atau bidang studi sekalipun diajarkan di sekolah sering terpisah dari permasalahan kehidupan nyata.
3)   Kumpulan bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan guru kita belum dipersiapkan untuk ini.
4)   Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok pelajaran yang dibahas.   
Dengan adanya kelemahan-kelemahan pada pembelajaran berbasis proyek, peneliti mencoba mengatasi dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut :
1)     Penyediaan berbagai sumber belajar dan fasilitas yang dibutuhkan dapat memanfaatkan bahan-bahan disekitar kita dan dapat menunjukan materi pembelajaran.
2)   Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dapat dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya; identifikasi masalah riil, perumusan strategi/alternatif pemecahan masalah, perancangan produk/perancangan kegiatan, proses produksi/kegiatan, presentasi, dan evaluasi.
3)   Masalah-masalah yang diangkat sebaiknya yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari dan merupakan hal baru bagi siswa sehingga mereka akan tetap menikmati apa yang mereka lakukan.


DAFTAR PUSTAKA
Koesoema A, Doni. 2009. Pendidikan Karakter di Zaman Keblinger. Jakarta : PT Grasindo.
Satyasa, I Wayan. 2006. Pembelajaran Inovatif : Model Kolaboratif, Basis Proyek, Dan Orientasi NOS. Makalah. Disajikan dalam Seminar Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Semarapura Tanggal 27 Desember 2006, di Semarapura. Universitas Pendidikan Ganesha.
Waras, Kamdi. 2008. Project-Based Learning : Pendekatan Pembelajaran               Inovatif. Makalah. Disampaikan dalam Pelatihan Penyusunan Bahan               Ajar Guru SMP dan SMA Kota Tarakan, 31 Oktober s.d. 2 November               2008. Universitas Negeri Malang.




Jika Anda membutuhkan artikel terkait maka anda bisa masuk ke link artikel saya. Adapun judul penelitian terkait PBL adalah sebagai berikut :
1.      Penelitian Hibah Lembaga Penelitian UNESA
Dengan judul :
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika
Oleh : Dwi Agung Setiawan, Weka Ardiansyah, dan Yugi Susanto.


1 komentar:

Unknown mengatakan...

terima kasih informasinya bermanfaat sekali... dengan singkat dan jelas jadi mudah dipahami ...

Posting Komentar